Setelah kemarin sudah memposting Program Konversi Desimal ke Biner, sekarang program Biner ke Desimal menggunakan Java.


package tugasalpro1;
import java.util.Scanner;

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/**
 *
 * @author moko
 */
public class binertodesimal {
    public static void main(String[] args) {
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        //inisialisai
        int biner, i = 0, cek = 0;
        long nilai = 0;
        
        biner = input.nextInt();
        
        
        //mencari 2 pangkat n
        do{
            if(biner - (i * Math.pow(10, i)) >= 0){
           
            cek = cek+1;
        }
            i++;
            
        }while(i <= biner);

        
        
        for (int j = cek; j >= 0; j--) {
            // n = biner - 10 pangkat j
            int n = (int) (biner - Math.pow(10,j));
            // k = 10 pangkat j
            int k = (int) Math.pow(10, j);
           
            
            if(n >= 0){
                
            nilai = (int) (nilai + Math.pow(2, j));
            biner = biner - k;
            }
            
        }
        System.out.println(nilai);
    }
    
}


Ini adalah program sederhana yaitu konversi biner ke desimal tanpa menggunakan Array menggunakan bahasa pemrograman Java.


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package tugasalpro1;

import java.util.Scanner;

/**
 *
 * @author moko
 */

/**
 * program konverter bilangan desimal ke biner
 * dengan cara, pertama kita input kan angka desimal
 * lalu kita cari 2 pangkat n terdekat
 * contoh seperti 17, maka 2 pangkat n terdekat ialah 16 atau 2 pangkat 4
 * setelah itu 17 tadi dikurangkan 16
 * jika masih lebih besar 0, maka tulis 1
 * jika kurang dari 0, ditulis 0
 */
public class DestoBiner {
    public static void main(String[] args) {       
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        //inisialiasi
        int angka, cek, k;
        
        //input angka
        System.out.print("input kan nilai desimal : ");
        angka = input.nextInt();
        
        //inisialisasi
        int i=0;
        
        k = angka;
        
       
        //mencari 2 pangkat n
        
     do{
           // k sama dengan k - (2 pangkat i)
           k = (int) (k - Math.pow(2, i));
           
           // i = i+1
           i++;
           
           // diulang selama i <= k          
       }while (i <= k);
     
     //jika k lebih keci 0, maka i = i -1
     if(k < 0){
         i = i -1;
     }
        //i sudah didapat
        
       //i dimasukkan di variabel cek
        cek = i;
        
        System.out.print("bilangan biner dari "+angka+" adalah = ");
        // untuk variabel j = cek, looping selama j lebih besar 0, j = j - 1
        for (int j = cek; j >=0; j--) {
            //jika angka - 2 pangkat j > = 0
            if(angka - Math.pow(2, j) >=0){
                //cetak 1
                System.out.print("1");
                //angka = angka - 2 pangkat j
                angka = (int) (angka - Math.pow(2, j));
            }else{
                //cetak 0
                System.out.print("0");
                
            }
        }
        System.out.println("");
    }
}
Masih berpikiran membuat game itu susah dan harus menulis ratusan baris kode untuk satu fungsi saja? Ingin membuat game secara cepat, bagus dan bisa di-compile untuk semua platform Android, iOS bahkan Facebook? Oke, sekarang teman-teman bisa memanfaatkan Scirra ConHTML5 adalah fitur drag and drop seperti layaknya Game Maker Studio.
struct 2, atau penulis biasa sebut Construct 2 saja. Kehebatan Construct 2 selain berbasis
Construct 2 adalah produk buatan Scirra, perusahaan yang berasal dari kota London, Inggris. Dengan menggunakan game engine ini, entah itu developer pemula maupun expert sangat dimanjakan dengan kemudahan pemakaian. Cukup membaca beberapa manual di situs resmi Scirra, pertama-tama kita diharapkan untuk menyesuaikan area kerja Construct 2 yang memang didesain dengan banyak fitur.
Game builder ini sebenarnya dirancang untuk game berbasis 2D. Dengan menggunakan Construct 2, pengembang permainan dapat mem-publishnya ke beberapa platform seperti
  • HTML5 website,

  • Google Chrome Webstore,

  • Facebook

  • Phonegap (Android),

  • Windows Phone 8, bahkan Windows 8.

Untuk mempercantik game kita, disediakan pula 70 visual effect yang menggunakan engine WebGL. Construct 2 juga dilengkapi dengan 20 built-in plugin dan behaviours (perilaku objek). Kita dapat
  • Menambah sprite animasi,

  • Objek teks,

  • Mengkoneksikan ke Facebook,

  • Menambah musik,

  • Manipulasi penyimpanan data game,

  • dan penambahan efek-efek grafis layaknya Adobe Photoshop.

Pemanggilan fungsi-fungsi di Construct 2 hanya menggunakan pengaturan Events yang telah disediakan. Events merupakan pilihan-pilihan Action dan Kondisi yang akan menjadi nyawa dalam game dan game dapat berjalan sesuai yang kita inginkan. Karena berbasis HTML5, preview saat kita ingin menjajal game pun hanya memanfaatkan browser (localhost).

Sumber : http://mkhuda.com/html5/mudahnya-membuat-game-html5-dengan-construct-2/

Penantian akan kehadiran resmi sistem operasi Android terbaru telah selesai, akhirnya Google telah merilis sistem operasi teranyarnya itu ke publik. Sistem operasi yang juga disebut sebagai Android 5.0 itu akhirnya mendapatkan nama resmi sebagai ‘Lollipop’.

Tidak hanya itu, Google juga telah merilis perangkat smartphone Nexus 6 hasil kolaborasi dengan Motorola, smartphone ini masuk ke dalam kategori phablet (smartphone dan tablet) karena memiliki ukuran layar 6 inci,  sedangkan perangkat tablet Nexus 9 juga resmi diumumkan sebagai hasil kolaborasi dengan vendor smartphone asal Taiwan yakni HTC.
Tidak hanya itu, Google menambah satu perangkat lain yang bernama Nexus Player, ini adalah sebuah perangkat media streaming yang berjalan dengan Android 5.0 Lollipop. Selain dapat digunakan sebagai perangkat media streaming, Nexus Player juga dapat menghubungkan tampilan smartphone ke pesawat televisi ketika pengguna menjalankan aplikasi game pada smartphone mereka.
Kehadiran Android 5.0 yang sebelumnya disebut sebagai Android L memang menjadi tanda tanya dikalangan pengguna Android, pasalnya, sejak sistem operasi itu diumumkan pada ajang Google I/O 2014 yang berlangsung beberapa waktu lalu, sistem Android 5.0 itu hanya disebut sebagai Android L tanpa disebutkan apa kepanjangan dari huruf L tersebut, namun kini akhirnya kita tahu bahwa L itu adalah singkatan dari Lollipop.

Sistem operasi Android 5.0 Lollipop menawarkan perubahan yang cukup signifikan dari sistem Android versi sebelumnya. Menawarkan tampilan antarmuka baru yang berbasis pada Material Design, antarmuka ini memberikan tampilan flat namun akan memberikan animasi serta efek yang lebih realistis dari sebelumnya.
Selain itu, sistem operasi terbaru Google ini menawarkan perbaikan dan penambahan fitur pada fungsi lockscreen dan notifikasi serta perbaikan pada penggunaan baterai sehingga perangkat yang berjalan dengan sistem Lollipop akan lebih irit baterai dibanding dengan sistem Android versi sebelumnya.
Sistem operasi Android Lollipop ini akan hadir pada perangkat tablet Nexus 9, Nexus 6 dan Nexus Player, namun dalam beberapa minggu mendatang pihak Google menjanjikan bahwa perangkat Nexus 4, Nexus 5 dan Nexus 7 juga akan mendapat update ke sistem Android 5.0 Lollipop ini. Informasi lain juga menyebutkan bahwa smartphone Motorola Moto E yang merupakan smartphone kelas low-end akan juga mendapatkan update ke Android versi teranyar ini.
Keberadaan Android 5.0 Lollipop juga akan membawa perubahan pada beberapa perangkat smartphone versi Google Play Edition, seperti Moto G, Samsung Galaxy S4, Sony Z Ultra, HTC One M7, HTC One M8 dan LG G Pad 8.3. Selain itu, Xiaomi juga kabarnya akan segera merilis update ke Lollipop untuk smartphone flagship terbaru mereka yakni Xiaomi Mi4.
Lalu apa saja yang baru di Android Lollipop selain dari tampilan dan efek animasi baru yang ditawarkan? Pada awal tulisan ini kami menyebutkan bahwa Lollipop menawarkan fitur baru dari fungsi lockscreen, dimana nantinya fungsi lockscreen akan otomatis terbuka ketika smartphone yang berjalan dengan sistem operasi Android Lollipop menemukan perangkat wearable yang terhubung melalui fungsi bluetooth, ini artinya bahwa paltform Lollipop telah sangat kompatibel dengan perangkat wearable terutama dengan perangkat yang berjalan dengan platform Android Wear.
Tidak hanya itu, fungsi lockscreen juga akan terbuka ketika pengguna berada di area-area tertentu yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga pengguna bisa membuka lockscreen tanpa harus memasukan password, bahkan kita bisa membuka lockscreen dengan fitur pengenalan suara.

Pada sistem Android Lollipop, pengguna juga diberikan opsi untuk mengatur setiap notifikasi yang mucul, kita bisa memilah-milah notifikasi mana saja yang ingin ditampilkan berdasarkan teman-teman tertentu atau waktu-waktu tertentu, sehingga pengguna tidak akan terganggu dengan pesan notifikasi yang terkadang memang tidak penting.
Fungsi notifikasi di Lollipop akan muncul pada bagian atas layar, walaupun perangkat sedang dalam posisi terkunci, namun fungsi notifikasi ini akan terintegrasi dengan fitur lockscreen dimana pengguna dapat langsung membuka lockscreen ,ketika akan menerima panggilan telepon misalnya, dengan hanya menggeser ikon panggilan menggeser ikon panggilan pada notifikasi, maka perangkat akan langsung terbuka.
Perangkat yang berjalan dengan sistem operasi Lollipop juga akan membaca kebiasaan pengguna dalam menangani pesan notifikasi dan untuk selanjutnya sistem ini akan secara otomatis mengingat dan menyimpan kebiasaan pengguna tadi sehingga proses manajemen fitur notifikasi tidak lagi harus diatur secara manual oleh pengguna.
Sistem Android Lollipop juga memiliki keterhubungan antar aplikasi, ketika pengguna menggunakan aplikasi Google Maps untuk mencari lokasi restoran misalnya, maka aplikasi lain seperti OpenTable akan memberikan rujukan menenai menu makanan apa yang bisa kita pesan di area terdekat.
Sistem operasi Android 5.0 Lollipop juga memberikan kecepatan performa dan efisiensi baterai yang lebih baik, sehingga penggunaan baterai akan lebih irit dibanding dengan sistem operasi versi sebelumnya. Penggunaan sistem ART (Android Runtime) dipercaya lebih efisien dalam menggunakan sumberdaya aplikasi dan prosesor berbasis ARM sehingga sistem ART dianggap lebih baik dibanding dengan sistem Dalvik yang digunakan pada sistem operasi Android versi 4.3 kebawah, sistem ART ini pertama kali diperkenalkan sejak Google merilis Android 4.4 KitKat.
Lalu, kapan rencananya sistem opeasi Android 5.0 Lollipop ini akan tersedia untuk pengguna? Rencananya pihak Google akan segera menyediakan sistem operasi ini pada tanggal 3 November 2014 nanti bersamaan dengan dirilisnya perangkat smartphone Nexus 6 dan tablet Nexus 9 ke pasaran.

sumber :  http://www.trenologi.com/2014101646311/google-resmi-rilis-android-5-0-lollipop/




Cloud Computing? pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “Komputasi Awan”. Ada banyak sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, Wikipedia sendiri menjelaskan Cloud Computing seperti DISINI. Mungkin bagi orang awam, ketika baca penjelasan tersebut masih belum jelas. Untuk itu, saya akan coba menjelaskan-nya dengan bahasa yang lebih mudah dengan analogi dibawah ini.
Tentu kita semua adalah para pemakai listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bisa menikmati listrik, kita tidak perlu mendirikan infrastruktur pembangkit listrik sendiri kan? yang perlu kita lakukan adalah mendaftar ke PLN, dan kita tinggal bayar biaya listrik berdasarkan jumlah penggunaan kita tiap bulan. Saat kita butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misal-nya kita ada acara nikahan), kita tinggal bilang ke PLN untuk tambah daya, dan suatu saat nanti ketika ingin turun daya lagi, kita tinggal bilang juga ke PLN. Bisa dikatakan penambahan daya listrik ini sifat-nya ELASTIS dan (harus-nya) bisa dilakukan segera.
Ketika memakai layanan listrik dari PLN, kita tidak perlu pusing untuk memikirkan bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik kita, bagaimana ketika mereka ada kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut, dsb. Inti-nya kita cukup tahu bahwa kita bisa menikmati listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap bulan, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan kita berdasarkan level layanan mereka.
Nah, analogi PLN diatas, adalah sedikit gambaran Cloud Computing, dimana Cloud Computing ini bertugas untuk memberikan layanan dan kita adalah user/pemakai dari layanan tersebut. Kita tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mereka (penyedia layananan Cloud Computing) menyedikan layanan tersebut, yang penting mereka bisa memberikan standar layanan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Untuk biaya layanan kita tinggal bayar berdasarkan pemakaian. Saat kita butuh tambahan layanan, kita bisa meminta segera penambahan layanan tersebut, dan juga sebalik-nya (ELASTIS).
Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:
  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan diatas:
  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.
     
    sumber : http://www.cloudindonesia.or.id/apa-itu-cloud-computing.html




package luaskelilinglingkaran;

 

import java.util.Scanner;

/**
 *
 * @author HP
 */
public class Luaskelilinglingkaran {

    /**
     * @param args the command line arguments
     */
    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here
        
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        
        int jari2;
        double luas, keliling;
        double phi=3.14;
        
        System.out.print("jari - jari lingkaran : ");
        jari2=masukan.nextInt();
        
        luas=phi*jari2*jari2;
        keliling=2*phi*jari2;
        
        System.out.println("Luas lingkaran = "+luas);
        System.out.println("Keliling lingkaran = "+keliling);
    }
}